Daerah  

HMI Sanana Kawal Normalisasi Kali Pascabanjir di Waisakai

Lingkar.co.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana turun langsung mengawal pekerjaan normalisasi kali pascabencana banjir di Desa Waisakai, Kabupaten Kepulauan Sula. Pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga dan kondisi lapangan.

Ketua Umum Formatur HMI Cabang Sanana, Taufik Buabes, mengatakan keterlibatan mereka di lapangan merupakan bentuk kontrol sosial terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami mengawal langsung kinerja BPBD Sula dalam normalisasi kali pascabencana di Desa Waisakai. Ini penting untuk memastikan pekerjaan benar-benar menjawab kebutuhan pemulihan dan pembersihan lingkungan setelah banjir,” kata Taufik pada Sabtu, (21/3/2026).

Baca juga: Pawai Obor Pemuda Wainin Terangi Malam Takbiran

Ia juga mengajak masyarakat setempat ikut memantau proses tersebut. Menurut dia, partisipasi warga diperlukan agar potensi banjir susulan dapat diantisipasi sejak dini.

“Pengawalan bersama ini penting, supaya ketika terjadi banjir susulan, penanganannya sudah lebih siap,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Sula, Ade Yudhistira, mengatakan percepatan normalisasi sungai di Desa Waisakai menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Hari ini sudah masuk hari kedua pekerjaan normalisasi sungai di Desa Waisakai. Untuk mencegah banjir susulan, pekerjaan kami percepat dari hulu hingga hilir, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” kata Ade saat dikonfirmasi, Sabtu, (21/3).

Baca juga: Fakawele Gelar SRK, Pemuda Sagea Belajar Kelola Sumber Daya Alam dan Sejarah Lokal

Ade, yang akrab disapa Yoyo, menambahkan BPBD menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk menormalisasi tiga aliran sungai di desa tersebut.

“Sesuai arahan bupati, sekda, dan kepala pelaksana BPBD, tiga sungai di desa ini semuanya dinormalisasi. Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Ia berharap pekerjaan tersebut tidak menemui kendala di lapangan sehingga dapat rampung dalam waktu dekat.

“Semoga proses normalisasi ini berjalan lancar sampai penanganan selesai,” kata dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *