Lingkar.co.id — Kelompok Tani Jati Mandiri Bersinar di Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mengeluhkan pasokan air yang tidak lancar. Air disebut hanya mengalir setiap dua hingga tiga hari sehingga mengganggu aktivitas pertanian kelompok tersebut.
Keluhan itu disampaikan kepada anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi Ibrahim, saat menggelar reses bersama kelompok tani pada Sabtu, 12 September 2026.
Klik juga: DP3A dan LPK Ranny Bekali Penyintas Kekerasan Keterampilan Kecantikan
Nurjaya mengatakan persoalan air menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan kelompok tani. Menurut dia, petani membutuhkan dukungan sarana berupa pipa dan tempat penampungan air untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Mereka membutuhkan pemasangan meteran air sebelumnya dan itu sudah saya realisasikan. Sekarang mereka juga membutuhkan pipa dan profil atau tempat penampungan air,” ujar Nurjaya, Sabtu, 12 September 2026.
Dia menuturkan penambahan pipa dan kapasitas tempat penampungan air diperlukan agar aktivitas kelompok tani tidak terus terkendala pasokan air. Fasilitas tersebut, kata dia, juga penting untuk mendorong kelompok tani lebih mandiri dalam mengelola lahan pertanian.
“Yang sangat penting untuk mereka butuhkan adalah penampung air. Penampung yang ada kecil sehingga mereka butuh tambahan untuk kebutuhan kelompok petani,” katanya.
Klik juga: Bukan Satu, Golkar Usulkan 3 Kursi Tambahan DPR RI Malut
Nurjaya bilang Kelompok Tani Jati Mandiri Bersinar mengembangkan sejumlah komoditas pertanian, seperti terong, bayam, kangkung, dan rica.
Dia menegaskan akan mendorong pengadaan kebutuhan kelompok tani, termasuk sarana pendukung pengelolaan air.












