Yayasan Albina Maluku Utara Gelar Qur’an Camp, Dorong Guru Menghafal Al-Qur’an

Lingkar.co.id—Yayasan Albina Maluku Utara menggelar kegiatan Qur’an Camp bagi guru PAUD, SD, SMP, dan SMA Islam Terpadu (IT). Kegiatan bertema “Wujudkan Guru Qur’ani di Bulan Al-Qur’an” ini berlangsung di Masjid Muhajirin Ternate selama tiga hari, mulai 21 sampai 23 Februari 2026.

Ketua Yayasan Albina Maluku Utara, Ridwan Husen, menuturkan Qur’an Camp merupakan bagian dari program besar yayasan dalam membangun “guru Qur’ani” dan “siswa Rabbani”.

Baca Juga : STTAR Ternate Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang Pertama

Menurut dia, program tersebut menargetkan seluruh guru dan pegawai di lingkungan Albina mampu menghafal Juz 30 dengan lancar seperti membaca Surah Al-Fatihah. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman hukum bacaan (tajwid) serta pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an.

“Guru tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga memahami hukum bacaannya, mengetahui maknanya, dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ridwan usai kegiatan.

Ia menambahkan, pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an menjadi penting di tengah tantangan moral generasi muda saat ini. Karena itu, pembinaan dimulai dari guru sebagai teladan utama bagi siswa.

“Kalau guru sudah menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, maka pendidikan karakter di sekolah akan terwujud,”tuturnya.

Baca Juga : Ini Jadwal Pendaftaran PMB Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Sementara itu, Ketua panitia, Sukur Masuara, mengatakan program tersebut difokuskan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an para guru, khususnya Juz 30 mulai dari Surah An-Naba hingga An-Nas.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama mulai pukul 10.00 sampai 15.00 WIT, hari kedua pukul 07.00 sampai 13.00 WIT, dan hari ketiga dimulai pukul 13.00 hingga berbuka puasa bersama,” ujar Sukur saat ditemui Lingkar.co.id.

Ia menjelaskan, program serupa telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan. Selain untuk guru, Yayasan Albina juga menyiapkan program serupa bagi siswa.

“Untuk guru namanya Qur’an Camp, sedangkan untuk siswa disebut Super Camp. Namanya berbeda, tetapi tujuannya sama,” katanya.

Sukur berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an para guru sesuai target yang telah ditetapkan yayasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *