Lingkar.co.id—Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar rapat kerja fakultas Tahun 2026. Rapat dengan tema “Akselerasi Kinerja Utama FPIK Menuju Digitalisasi dan Kampus Berdampak Berbasis Evaluasi dan Realisasi Program”ini berlangsung di Aula Babullah, Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II Gambesi, Senin (9/2/2026).
Rapat kerja tersebut diikuti seluruh civitas akademika FPIK Unkhair. Sejumlah agenda strategis dipaparkan Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FPIK, Dr. Halikudin Umasangaji, di antaranya evaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya, penyusunan dan pemantapan rencana strategis fakultas, penguatan sistem penjaminan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan, serta pembahasan strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di lingkungan fakultas.
Baca Juga : WALHI Maluku Utara Dukung Aksi Koalisi Save Sagea, Desak Pemerintah Cabut IUP PT MAI
Dekan FPIK Unkhair, Dr. Riyadi Subur, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa perencanaan program ke depan akan difokuskan pada pengembangan iklim institusi, baik di tingkat fakultas maupun program studi. Ia menargetkan setiap program studi mampu menjaring minimal 40 mahasiswa baru.
“Setiap program studi harus berupaya mendapatkan mahasiswa baru minimal 40 orang. Fakultas juga akan mendanai setiap program agar dapat berjalan optimal,” ujar Riyadi dalam kesempatan itu.
Ia menambahkan, pada tahun 2027 mendatang, FPIK Unkhair akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 juta untuk setiap program studi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO) guna mendukung pelaksanaan kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
Baca Juga : Empat Calon Dekan Paparkan Visi-Misi FH Unkhair
Selain itu, rapat kerja ini juga secara khusus membahas rencana program kerja FPIK untuk tahun 2026 yang dirancang untuk satu tahun ke depan. Fokus perencanaan meliputi peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi layanan akademik dan nonakademik, serta dukungan terhadap visi dan misi Universitas Khairun.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Riyadi juga kembali menyoroti kebutuhan pembangunan laboratorium basah (lab basah) di lingkungan FPIK. Ia mengungkapkan bahwa pihak fakultas telah berulang kali mengajukan surat kepada pimpinan universitas, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.
“Kami sudah berulang kali memasukkan surat ke pimpinan kampus untuk pengadaan lab basah, namun sampai sekarang belum mendapat respons,” tutupnya.












