Lingkar.co.id —Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate naik drastis. Bahan pokok yang paling mencolok mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir adalah tomat. Kenaikan bahan pokok di pasaran ini lantaran kondisi cuaca buruk selama sepekan terakhir.
Pantauan Lingkar.co.id, aktivitas Pasar Dufa-dufa tampak lebih sepi dibandingkan pekan sebelumnya. Jumlah pengunjung terlihat berkurang, terutama pada lapak-lapak sayur mayur. Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan mereka menurun sejak harga tomat mengalami kenaikan.
Rahma, warga Ternate Utara, mengaku terpaksa mengurangi belanja kebutuhan dapur akibat kenaikan harga tomat.
“Kalau harga naik begini, torang (kami) harus atur ulang belanja. Tomat penting, tapi kalau mahal, terpaksa dikurangi,”ujarnya kepada Lingkar.co.id, Sabtu, (31/1/2026).
Baca Juga : Petugas PPN Ternate Diduga Aniaya Warga, Aliansi Bastiong Tuntut Pemecatan Petugas Pelabuhan
Sementara itu, Lili pedagang di Pasar Dufa-dufa, mengakui selama sepekan terakhir harga tomat naik drastis, lantaran pasokannya yang mulai berkurang. Kata dia, kenaikan harga bahan pokok terutama tomat, turut dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu dan hasil panen petani, sehingga berdampak pada ketersediaan tomat di pasaran.
“Tomat lima hari belakangan ini naik. Biasanya torang (kami) jual Rp15.000 per kilo, sekarang sudah Rp18.000. Pembeli juga mulai kurang karena harga naik,” ujar Lili kepada Lingkar.co.id.
Meski harga tomat mengalami kenaikan, beberapa komoditas pertanian lainnya justru menunjukkan tren penurunan harga. Lili menyebutkan bawang putih yang sebelumnya dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram kini turun menjadi Rp50.000 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada bawang merah dan rica (cabai) yang harganya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
“Untuk rica, bawang merah, dan bawang putih sekarang turun di angka Rp50.000 per kilo. Jadi yang naik signifikan cuma tomat saja,”tuturnya.
Baca Juga : Pengurus HMI Komisariat K.H. Ahmad Dahlan UMMU Resmi Dikukuhkan
Kata dia, fluktuasi harga bahan pangan yang kerap terjadi di pasar tradisional, terutama ketika dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi barang dari daerah penghasil. Namun, kenaikan harga tomat di awal tahun 2026 ini, cukup memberatkan karena terjadi saat daya beli masyarakat sedang melemah.
Ia berharap harga tomat dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Menurut mereka, kestabilan harga sangat penting agar aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan normal dan tidak merugikan salah satu pihak.
“Torang berharap harga bisa turun lagi atau paling tidak stabil. Kalau harga naik terus, pembeli kurang, pedagang juga susah,” pungkasnya.












