Lingkar.co.id—Universitas Khairun (Unkhair) membentuk tim khusus mencari dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Dr. Wildan yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan kapal longboat di perairan Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada, Jumat (24/1). Keputusan membentuk tim khusus ini diambil dalam rapat pimpinan Unkhair yang berlangsung di Bela International Hotel, Ternate, Sabtu (24/1/2026)
Rapat yang dipimpin langsung oleh Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM bersama sejumlah petinggi Universitas Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Hasan Hamid, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, serta Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK) Unkhair, Ir. Nurdewi Rizka, S.P., M.Pd.
Dalam rapat tersebut sebanyak tujuh orang tim Unkhair dijadwalkan diberangkatkan ke Halmahera Selatan malam hari ini untuk bergabung dengan tim dalam proses pencarian. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap musibah yang menimpa salah satu anggota sivitas akademika Unkhair.
Rektor Unkhair, Prof. Abdullah W. Jabid, mengatakan pembentukan tim pencarian merupakan respons cepat pimpinan universitas atas tragedi kecelakaan laut tersebut. Menurutnya, sebelum insiden terjadi, lima dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair tengah menjalankan penelitian terkait sejarah dan budaya di sejumlah desa tua di wilayah Pulau Obi Halmahera Selatan.
“Lima dosen Fakultas Ilmu Budaya Unkhair sedang melakukan penelitian sejarah dan budaya di wilayah Obi. Namun, dalam perjalanan menuju Desa Piga Raja, kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan,” ujar mantan Wakil Rektor II ini usai rapat.
Berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya pihak universitas, dari total penumpang kapal longboat tersebut, sebanyak 57 orang dilaporkan selamat, satu orang meninggal dunia, dan satu penumpang atas nama Dr. Wildan hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Yang belum ditemukan merupakan dosen kami dari Fakultas Ilmu Budaya,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Prof. Abdullah, mendorong Unkhair untuk tidak hanya menunggu informasi dari pihak terkait, tetapi turut terlibat langsung di lapangan.
“Karena hingga hari ini belum ditemukan, kami memandang perlu membentuk tim dan menurunkannya langsung ke Halsel,” tegasnya.
Rapat tersebut juga ditetapkan penanggung jawab tim pencarian dengan jumlah personel lapangan sebanyak tujuh orang yang diketuai Ridha Ajam mantan Rektor Unkhair.
Selain itu, hingga saat ini pihak universitas akan terus membangun koordinasi intensif dengan Tim SAR, serta instansi terkait guna memperoleh perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.












