Daerah  

Temu Bakti PMI Jadi Ruang Tumbuh Relawan Muda Maluku Utara

Lingkar.co.id — Seribu lebih pelajar dari berbagai wilayah Maluku Utara memadati Benteng Oranje, Kota Ternate, untuk mengikuti Temu Bakti II Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku Utara.

Selama sepekan, 10–17 Januari 2026, sebanyak 1.097 peserta dari 39 sekolah terlibat dalam kegiatan yang dirancang sebagai ajang penguatan kapasitas sekaligus persaudaraan relawan muda.

Para peserta merupakan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya (SMP/madrasah tsanawiah) dan Wira (SMA/madrasah aliyah) yang datang dari Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah.

Mereka mengikuti rangkaian pelatihan, diskusi, serta kegiatan kebersamaan yang mengusung tema “Cerdas, Kreatif, Bersahabat, dan Berbakti.”

Baca juga: SPI Maluku Utara Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Ekologis Halmahera Barat

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan Kota Ternate merasa terhormat menjadi tuan rumah Temu Bakti II PMI Maluku Utara. Menurut dia, kegiatan tersebut penting sebagai ruang belajar sekaligus pertemuan antarremaja relawan lintas daerah.

“Temu Bakti ini tidak hanya meningkatkan kemampuan relawan, tetapi juga mempererat hubungan antarsekolah dan antardaerah. Inilah esensi PMI, yakni persaudaraan dan kemanusiaan,” ujar Tauhid dalam sambutannya, Senin (12/1/2026).

Tauhid juga menyinggung kondisi kebencanaan yang masih dialami sejumlah wilayah di Maluku Utara, terutama di Kabupaten Halmahera Barat. Ia menilai Temu Bakti menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kepekaan dan kesiapsiagaan para peserta sebagai relawan muda.

Baca juga: Aksi Damai Tolak 10 IUP Mangoli Berujung Kekerasan

Ketua PMI Provinsi Maluku Utara, Husen Alting, menjelaskan Temu Bakti II sempat tertunda pada 2025 dan baru dapat dilaksanakan awal 2026. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan agenda reguler PMI Provinsi yang akan digelar setiap tahun.

“Ini ajang silaturahmi sekaligus evaluasi pembinaan relawan PMI di tingkat sekolah dan kabupaten/kota. Kami ingin membentuk relawan yang cerdas, kreatif, bersahabat, dan berbakti kepada masyarakat,” kata Husen.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate, termasuk pemanfaatan Benteng Oranje sebagai lokasi kegiatan.

Rangkaian Temu Bakti II PMI Maluku Utara 2026 secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mewakili Gubernur.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan sarana membangun jejaring relawan yang tangguh dan responsif.

“Melalui Temu Bakti ini, saya berharap lahir relawan-relawan muda yang memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Menurut Samsuddin, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Halmahera Barat dan Halmahera Utara pada awal Januari 2026 menjadi pengingat pentingnya peran relawan PMI.

Para peserta, kata dia diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan yang diperoleh selama Temu Bakti di tengah masyarakat.


Edito: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *