Lingkar.co.id — Penanganan sampah di Kota Ternate masih menyisahkan banyak masalah. Warga masih mengeluhkan pengangkutan sampah yang tak teratur dan banyak sampah kota yang belum terangkut.
Pantauan Lingkar.co.id tumpukan sampah bak penampungan di ruas jalan kawasan pasar Gamalama, Kota Ternate menutup sebagian bahu jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sampah yang tidak terangkut itu bahkan berserakan ke badan jalan, dan mengganggu akses keluar-masuk kendaraan.
Baca Juga : JATAM : Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tinggi, Perampasan Ruang Hidup Kian Masif
Warga Kelurahan Gamalama, Irma mengatakan, sampah di bak penampungan pasar Gamalama sudah lebih dari satu bulan tidak diangkut oleh petugas kebersihan. Alhasil sampah menumpuk dan berserakan di badan jalan.
“Sudah hampir dua bulan sampah ini tidak diangkut. Awalnya ada dua kontainer, tapi satu dipindahkan ke Bastiong dengan alasan rusak. Kalau rusak, seharusnya diperbaiki, bukan dibiarkan,” ujarnya kepada Lingkar.co.id pada Sabtu, (10/1/2026).
Menurutnya, sampah tersebut didominasi limbah pedagang pasar, terutama sampah sayuran dan ikan. Akibat penumpukan itu, kendaraan pengangkut ikan dan es mengalami kesulitan melintas. “Ini jalur utama keluar-masuk. Mobil ikan dan mobil es setengah mati lewat sini,” keluhnya.
Ia juga menyoroti retribusi kebersihan yang rutin dibayarkan para pedagang, namun tidak diimbangi dengan pelayanan pengangkutan sampah yang optimal.
“Pedagang bayar retribusi, ada yang Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Tapi sampah tidak diangkut. Ini pasar dengan retribusi paling besar,” tegasnya.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate segera mengambil langkah konkret, mulai dari memperbaiki atau mengganti kontainer sampah, menambah jumlah kontainer, hingga mengevaluasi kinerja petugas pengangkut sampah.
Baca Juga : Dua Tahun Selesai Dibangun, RSP FAM Dofa Belum Beroperasi
“Ini harus segera diangkut. Jangan dibiarkan karena mengganggu orang belanja dan lalu lintas. Kalau dibiarkan terus, bisa berdampak ke kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal, mengatakan keterlambatan pengangkutan sampah disebabkan kendala teknis pada kendaraan operasional.
“Sementara sedang diselesaikan. Ada kendala teknis pada kendaraan sehingga pengangkutan agak terlambat,” kata Asmal kepada Lingkar.co.id.
Asmal juga membantah adanya sampah yang tidak diangkut selama berbulan-bulan. Ia menegaskan, keterlambatan pengangkutan di lokasi tersebut hanya berlangsung sekitar dua hari.
Peliput : Rafli A. Yasim
Editor : Redaksi










