Daerah  

Hadapi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Ternate Siapkan Gerakan Pangan Murah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Muhammad Hartono

Lingkar.co.id — Menjelang bulan suci Ramadan serta Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, harga sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat mulai merangkak naik. Pemerintah Kota Ternate memastikan ketersediaan pangan di daerah itu masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate Muhamad Hartono mengatakan kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Lonjakan permintaan, faktor cuaca yang memengaruhi masa panen, dan distribusi dari daerah sentra produksi menjadi penyebab utama.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga dan ketersediaan pasokan di pasar. Secara umum, kondisi pangan kita masih aman,” ujar Hartono saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).

Sementara, untuk mengantisipasi tekanan harga di tingkat konsumen, Pemerintah Kota Ternate menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar pada 13 Februari 2026 bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara dan Perum Bulog.

IKepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Muhammad Hartono a menyebut pemerintah daerah juga melakukan pemantauan harga harian, operasi pasar berkala, serta memperkuat koordinasi dengan daerah pemasok utama seperti Manado, Tobelo, dan Subaim guna memastikan distribusi berjalan lancar. Koordinasi juga dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Baca juga: Walhi Sebut Negara Abai Lindungi Pesisir dari Industri Ekstraktif

Di sisi lain, Hartono menekankan pentingnya penguatan produksi lokal. Bersama Dinas Pertanian, pemerintah mendorong pengembangan hortikultura cepat panen di sejumlah wilayah, antara lain Tobololo, Loto, dan Togafo.

“Kami juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan mandiri,” katanya.

Hartono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurut dia, perilaku panic buying justru berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

“Kami berkomitmen memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat. Belanjalah secara bijak agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *