Lingkar.co.id—Maluku Utara memiliki beragam jenis satwa burung endemik yang tersebar di hampir sebagian besar Kabupaten/Kota. Burung Indonesia sejak tahun 2023 mencatat setidaknya ada 350 jenis burung. Dari jumlah ini tersebar terbanyak di dua wilayah, yakni Kepulauan Halmahera dengan jumlah 289 dan Kepulauan Sula sebanyak 160 jenis.
Kepulauan Sula memiliki berbagai jenis burung endemik. Dikutip dari RRI.co.id ada 7 jenis endemik Kepulauan Sula di antaranya seperti Serak Taliabu – Taliabu Masked-owlTyto nigrobrunnea, Anis Merah-Hitam- Red-and-black Thrush Geokichla mendeni.
Walik Sula – Sula Fruit-dove Ramphiculus mangoliensis, Perkici kuning-hijau- Yellow-and-green Lorikeet Trichoglossus flavoviridis.
Kemudian, Kepudang-sungu kelabu – Slaty Cuckooshrike Coracina schistacea, Kepudang-sungu sula-Sula Cicadabird Edolisoma sula dan Udang-kerdil sula – Sula Dwarf-kingfisher Ceyx wallacii.
Kepulauan dengan luas sekitar 13.732,7 ini menjadi wilayah dengan persebaran burung endemik kedua terbanyak setelah Kepulauan Halmahera. Meski begitu satwa endemik itu terancam punah, lantaran masih diburu masyarakat. Minimnya edukasi menjadi penyebab satwa yang dilindungi justru jadi sasaran pemburu.
Koordinator Kepulauan Maluku Burung Indonesia, Benny Aladin menjelaskan, saat ini pihaknya kerap menghadapi polemik perburuan burung. Jumlah tangkapan paruh bengkok di Maluku Utara pertama kali dihitung tahun 1991, dan yang terakhir tahun 2019 oleh Burung Indonesia.
“Penelitian tahun 1991 oleh Lambert memperkirakan ada 17.570 individu paruh bengkok yang ditangkap setiap tahunnya. Llu tahun 2001 Profauna mengeluarkan laporan bahwa ada paling sedikit 15.000 individu paruh bengkok yang ditangkap setiap tahun,” kata Benny, Rabu 2024 lalu, dikutip dari RRI.co.id.
Selain itu, pada tahun 2009 Burung Indonesia melakukan studi dan memperkirakan ada 8.677 paruh bengkok yang diburu setiap tahunnya.
Kemudian, tahun 2012 peneliti dari Amerika melakukan studi bahwa ada sekitar 7.878 burung paruh bengkok yang diburu setiap tahunnya. “Hanya dari Pulau Obi saja yang terakhir tahun 2018 Burung Indonesia melakukan studi di Maluku Utara masih ada sekitar 9630 individu burung yang ditangkap setiap tahun,” jelasnya.
Ia menuturkan, dari studi-studi dilakukan perburuan burung paruh bengkok masih terjadi dengan angka yang masih tinggi.
“Kelihatannya memang ada perbedaan, di tahun 90-an angka tangkapan belasan ribu, sedangkan di tahun 2010 keatas tidak sampai sepuluh ribu. Ini bukan berarti perburuan menurun, tetapi karena populasi di alamnya memang sudah berkurang,”pungkasnya.
Sumber : RRI.co.id












