Lengkar.co.id—Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Maluku Utara (Malut) selama tiga hari kedepan. Ketinggian gelombang tersebut akan berlangsung mulai 17 sampai 19 Januari 2026 nanti.
Prakirawan BMKG Ternate, Muhamad Dzikri Abdul Fattah mengatakan, selama tiga hari kedepan sebagian besar perairan Malut diterjang gelombang tinggi 0,5 sampai 2 meter. Ketinggian gelombang di perairan Malut itu terjadi pada wilayah Batang Dua Kota Ternate, Barat Laut Pulau Obi Halmahera Selatan (Halsel), Kepulauan Loloda, Loloda Utara Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Timur (Haltim) dan Pulau Gebe Halmahera Tengah (Halteng).
Baca Juga : BMKG Prediksi Cuaca Buruk Masih Berlangsung di Maluku Utara hingga 21 Januari
“Ketinggian gelombang di sebagian besar perairan Maluku Utara, dipengaruhi kecepatan angin yang mencapai 50 kilometer per jam. Selain itu, ketinggian gelombang dapat meningkat jika kecepatan angin meningkat lebih,”terangnya saat dihubungi Lingkar.co.id, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan, untuk perkiraan cuaca di Malut ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya hujan ringan hingga sedang. Daerah tersebut Morotai Selatan, Loloda Kepulauan, Tabaru, Ibu Halbar, Obi Halsel, Kepulauan Sula dan Taliabu.
“Umumnya cuaca di Maluku Utara cerah berawan dengan potensi hujan ringan maupun sedang pada beberapa wilayah. Ini tidak berpotensi buruk,” tuturnya.
Baca Juga : Pilkada via DPRD Dalam Perspektif Robert Klitgaard
Ia imbau warga yang bepergian keluar daerah maupun para nelayan tetap waspada di tengah gelombang laut yang meningkat.
“Peningkatan gelombang ini dapat menyebabkan laka laut. Karena itu, kami ingatkan semua warga harus tetap waspada dan pantau perkiraan cuaca dari BMKG,” tutupnya.












