Daerah  

BMKG Prediksi Cuaca Buruk Masih Berlangsung di Maluku Utara hingga 21 Januari

Potensi hujan lebat diperkirakan berlangsung hingga 21 Januari 2025 dengan jeda penurunan intensitas pada pertengahan pekan.

Ilustrasi cuaca buruk dan gelombang tinggi menghantam pemecah ombak di wilayah pesisir.

Lingkar.co.id — Hujan lebat hingga ekstrem diperkirakan mengguyur Maluku Utara dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga empat meter serta angin kencang yang dapat mengancam keselamatan warga pesisir dan pelayaran, terutama di Halmahera Utara, Morotai, dan Ternate.

Prakirawan BMKG Kelas II Sultan Babullah Ternate, Dewi Makhrantika, mengatakan wilayah yang terdampak signifikan meliputi Halmahera Utara, Pulau Morotai, pesisir Halmahera Barat, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, serta Halmahera Selatan, terutama Kayoa, Makian, dan Bacan bagian barat serta utara.

“Untuk Halmahera Timur, wilayah yang cukup signifikan hanya di Wasile,” ujar Dewi kepada Lingkar.co.id.

Selain itu, potensi hujan juga terjadi di Kepulauan Taliabu, khususnya Taliabu bagian timur, serta Kepulauan Sula. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga 14–15 Januari 2025 di hampir seluruh wilayah Maluku Utara, kecuali sebagian Halmahera Timur.

Pada periode 15–18 Januari, intensitas hujan diperkirakan sempat menurun, namun kembali meningkat pada 19 hingga 21 Januari 2025 dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Baca juga: Rakerwil NasDem Usulkan Pergantian Nama Provinsi Maluku Utara

BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 16 Januari 2025 akibat munculnya sistem tekanan rendah (Low Pressure System) BCC Con 91W di perairan Samudra Pasifik yang berdekatan dengan Maluku Utara. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Morotai bagian utara, serta 1,25 hingga 2,5 meter di sebagian besar perairan Maluku Utara.

Suhu udara di wilayah Maluku Utara, kata Dewi diprakirakan berkisar antara 22–27 derajat Celsius pada malam hingga dini hari, dan 27–32 derajat Celsius pada siang hingga sore hari.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan bekerja sebagai nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi, angin kencang, serta banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi.

Pengguna transportasi laut juga diminta mematuhi larangan berlayar yang dikeluarkan pemerintah setempat. “Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui aplikasi Info BMKG dan kanal resmi BMKG di media sosial,” tutur Dewi.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *