Lingkar.co.id — Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara menggunakan kapal Basarnas melalui Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mengatakan bantuan diberangkatkan setelah seluruh muatan logistik dipastikan siap. Pengiriman kali ini memuat berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi pengungsi.
Bantuan tersebut, kata dia antara lain beras 4 ton, kasur 250 unit, tenda keluarga 2 unit, family kit 300 paket, mi instan 160 karton, gula 600 kilogram, daun teh 360 dus kecil, minyak goreng 400 liter, susu kental manis 500 kaleng, susu Lactogrow 24 dus, susu SGM 62 dus, palet 32 unit, terpal 150 lembar, duster 50 potong, kaus 50 potong, peralatan dapur (kitchenware) 150 paket, serta selimut 200 lembar.
Selain itu, sebagian bantuan telah lebih dahulu dikirim menggunakan kapal feri. Bantuan tersebut meliputi 200 kasur, makanan siap saji 100 paket, makanan anak 800 paket, selimut 200 lembar, kitchenware 112 paket, terpal 200 lembar, dan family kit 200 paket.
“Bantuan yang dikirim menggunakan feri di luar bantuan tahap sebelumnya, termasuk peralatan tanggap darurat yang telah lebih dulu dibawa saat tim turun ke lokasi,” ujar Samsudin di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Kamis (8/1/2026).
Baca juga:DPD RI: Taliabu dan Sula Masih Terpinggirkan dari Pembangunan
Kapal Basarnas yang digunakan sebelumnya telah mengangkut peralatan penyelamatan. Pengiriman kali ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak banjir. “Logistik ini akan disalurkan ke Kecamatan Ibu, Loloda di Halmahera Barat, serta Loloda di Halmahera Utara,” kata Samsuddin.
Ia menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut karena sejumlah akses darat dan jembatan penghubung antardaerah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
“Beberapa jembatan putus sehingga jalur darat tidak bisa dilalui. Karena itu, dengan dukungan Basarnas, pengiriman bantuan dilakukan melalui laut,” kata Samsudin.
Penyaluran bantuan ke desa-desa terdampak selanjutnya akan dilakukan oleh tim di lapangan yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta instansi terkait lainnya. Pemerintah provinsi menyalurkan bantuan berdasarkan laporan jumlah korban terdampak yang diterima dari lapangan.
“Pembagian rinci di tingkat desa akan ditangani oleh tim di lapangan. Pemerintah provinsi menyiapkan logistik berdasarkan kebutuhan total serta buffer stock yang tersedia,” jelasnya.
Terkait penanganan jangka panjang, Samsudin menyebutkan pemerintah masih berada pada tahap tanggap darurat dengan fokus pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Penanganan bencana, katanya dilakukan dalam tiga tahap, yakni tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Saat ini fokus utama pada logistik dan penyelamatan korban. “Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi akan menyusul,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial, untuk penanganan lanjutan serta perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Kepala Dinas PUPR juga sudah berada di lapangan untuk koordinasi perbaikan jalan dan jembatan. Ada beberapa titik jalan terputus dan tertimbun longsor yang sedang ditangani,” pungkas Samsudin.
Editor: Rafli A. Yasim






